Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Pengertian Bilangan Bulat Positif

Bilangan bulat positif adalah bilangan yang dimulai dari bilangan satu ke atas dan seterusnya. Contoh bilangan bulat positif : { 1, 2, 3, 4, 5,dan seterusnya }.

Pengertian bilangan bulat negatif


Bilangan bulat negatif adalah bilangan yang dimulai dari bilangan negatif satu ke bawah dan seterusnya. Contoh bilangan bulat negatif : { dan seterusnya -5, -4, -3, -2, -1 }.

Agar lebih jelas dalam memahami tentang apa itu pengertian bilangan bulat, kamu dapat memperhatikan gambar di bawah ini!

Pengertian Bilangan Bulat dan Contohnya

Operasi Bilangan Bulat


Pernahkah kalian pergi ke Alaska? Menurut kalian bagaimana udara di Alaska? Alaska adalah salah satu negara bagian dari Amerika Serikat dan letaknya berdekatan dengan kutub utara. Karena letaknya yang berdekatan dengan kutub utara, menjadikan Alaska memiliki suhu rata-rata yaitu -9 derajat celcius dan pada musim panas, bersuhu antara 7-9 derajat celcius.

Dari penjelasan di atas, kita mendapati sebuah informasi bahwa untuk menyatakan suhu di bawah nol derajat digunakan tanda negatif. Bilangan bertanda negatif tersebut biasa ditemui dalam sistem bilangan bulat. Namun, tahukah kalian apa itu bilangan bulat dan operasi-operasi hitung pada bilangan bulat tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, cermati materi berikut ini.

Pengertian Bilangan Bulat

Bilangan bulat yang dilambangkan dengan huruf Z adalah anggota bilangan rasional yang terdiri dari bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif.

Bilangan bulat yang dilambangkan dengan huruf Z adalah anggota bilangan rasional yang terdiri dari bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif.

Dari definisi di atas, didapati bahwa bilangan bulat terdiri dari tiga jenis bilangan yaitu bilangan bulat negatif, bilangan bulat nol, dan bilangan bulat positif. Bilangan-bilangan tersebut selanjutnya dituliskan seperti berikut ini.

Z={…,-4 ,-3,-2,-1,0, 1, 2, 3, 4,…}

Bentuk di atas juga dapat dinyatakan dalam sebuah garis bilangan seperti gambar di bawah ini.



Untuk mempermudah dalam memahami penjelasan di atas, maka pahamilah contoh soal di bawah ini.

Contoh 1:
Tentukan himpunan bilangan bulat di antara -6 sampai dengan 5 !

Jawab:
Untuk mempermudah dalam menentukan bilangan bulat di antara -6 sampai dengan 5, kita dapat menggambarkan bilangan-bilangan tersebut pada garis bilangan seperti gambar di bawah ini.



Dari gambar di atas, didapati bahwa bilangan-bilangan bulat yang terletak di antara -6 dan 5 adalah -6, -5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5 atau bisa dinyatakan dalam bentuk himpunan yaitu {-6, -5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5}.

Operasi Hitung Bilangan Bulat

Pada sub pembahasan pengertian bilangan bulat disebutkan bahwa bilangan bulat merupakan bagian dari bilangan rasional. Dengan demikian, operasi hitung yang berlaku pada bilangan bulat sama seperti operasi hitung pada bilangan rasional.

Penjumlahan Bilangan Bulat
Untuk memahami operasi penjumlahan bilangan bulat, perhatikanlah contoh di bawah ini.

Contoh 2:
Dengan menggunakan garis bilangan, tentukan hasil penjumlahan -4+6!

Jawab:



Pada gambar garis bilangan di atas, -4 menunjukkan pergeseran dari titik 0 menuju ke kiri kea rah titik -4. Karena ditambah 6, pergeseran berubah arah menuju kanan sebanyak 6 langkah. Dengan demikian, didapati titik akhir yaitu 3. Dari hal tersebut, maka diperoleh bahwa -4 + 6 =2.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka penjumlahan dua bilangan bulat dapat dinyatakan dalam bentuk berikut ini.

a + b = c
dimana a, b, dan c adalah bilangan bulat

Operasi hitung yang dilakukan antar bilangan bulat tentunya memunculkan sifat-sifat tertentu. Berikut beberapa sifat operasi hitung penjumlahan bilangan bulat dimana a, b dan c adalah sembarang bilangan bulat.

1. a+b=b+a  ........................................(sifat komutatif)
2. (a+b)+c=a+(b+c)   ................................(sifat asosiatif)
3. a+0=0+a=a  ..........................................(sifat identitas)
4. a+b=c, maka c juga bilangan bulat .....(sifat tertutup)

    Contoh 3:

    a. 10+(-3)=-3+10=7
    b. (-1+2)+3=-1+(2+3)=4
    c. -2+0=0+(-2)=-2
    d. 6+(-4)=2; 6,-4, dan 3 adalah bilangan bulat semua.

      Pengurangan Bilangan Bulat

      Pengurangan merupakan kebalikan dari operasi hitung penjumlahan. Misalkan dipunyai bilangan bulat a, b, dan c, maka operasi pengurangan bilangan bulat dapat dituliskan sebagai berikut.

      a - b = a + (-b) = c
      dimana a, b, dan c adalah bilangan bulat

      Untuk mempermudah dalam memahami bentuk di atas, cermatilah beberapa contoh di bawah ini.

      Contoh 4:
      a. -7-8=-7+(-8)=-15
      b. -6-(-12)=-6+12=6
      c. 6-(-15)=6+15=21

      Perkalian Bilangan Bulat

      Misalkan dipunyai sembarang bilangan bulat a dan b. Perkalian a×b adalah penjumlahan berulang dari b sebanyak a kali. Misalnya:

      1×(-5)=-5
      2×(-5)=(-5)+(-5)=-10
      3×(-5)=(-5)+(-5)+(-5)=-15

      Pada perkalian bilangan bulat a,b, di atas, maka berlaku:

      a×b=ab
      a×(-b)=-ab
      (-a)×b=-ab
      (-a)×(-b)=ab

      Untuk lebih mempermudah dalam memahami operasi perkalian di atas, perhatikan contoh-contoh berikut ini.

      Contoh 5:

      11×4=44
      4×(-6)=-24
      (-8)×6=-48
      (-8)×(-4)=32

      Karena bilangan bulat adalah bagian dari bilangan rasional, maka sifat-sifat operasi hitung perkalian yang berlaku pada bilangan rasional juga berlaku pada bilangan bulat. Untuk sebarang bilangan bulat a, b, dan c, maka berlaku sifat-sifat berikut ini:

      a×b=b×a..................................................(sifat komutatif)
      (a×b)×c=a×(b×c)....................................(sifat asosiatif)
      a×0=0×a=0.............................................(sifat identitas)
      a×1/a=1..................................................(sifat invers)
      c×(a+b)=(c×a)+(c×b).............................(sifat distributif)
      a×b=c, maka c juga bilangan bulat.........(sifat tertutup)

      Contoh 6:

      1.) 6×(-2)=-2×6=-12
      2.) (-1×2)×3=-1×(2×3)=-6
      3.) 8×0=0×8=0
      4.) 6×1/6=1
      5.) 2×(4+7)=(2×4)+(2×7)=8+14=22
      6.) 6×(-1)=-6; 6 dan -1 adalah bilangan bulat, -6 juga bilangan bulat.

      Pembagian Bilangan Bulat

      Pembagian adalah operasi kebalikan dari perkalian yang dapat dituliskan sebagai berikut.

      operasi kebalikan disebut juga dengan invers perkalian. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh-contoh berikut ini.

      Contoh 7:
      48 : 12 = 48 .  1/12 = 4
      -64 : 4 = -64 .  1/4 = -16

      Dalam operasi hitung pembagian bilangan bulat, kita mengenal dua jenis pembagian yaitu pembagian antar bilangan bulat dengan bilangan bulat bukan nol dan pembagian bilangan bulat dengan bilangan nol. Berikut ini akan dijelaskan mengenai kedua jenis pembagian tersebut.

      Pembagian Bilangan Bulat

      Misalkan dipunyai dua bilangan bulat, maka operasi pembagian antara dua bilangan bulat tersebut adalah sebagai berikut.

      1. Bilangan bulat negatif dibagi dengan bilangan bulat positif menghasilkan bilangan bulat negatif.
      2. Bilangan bulat positif dibagi dengan bilangan bulat negatif sama dengan bilangan bulat negatif.
      3. Bilangan bulat negatif dibagi bilangan bulat negatif menghasilkan bilangan bulat positif.

      Untuk mempermudah memahami penjelasan di atas, berikut disajikan beberapa contoh soal terkait pembagian antara bilangan bulat dengan bilangan bulat bukan nol.

      Contoh 8:
      -28∶ 2=-14
      64∶ (-8)=-8
      -16∶ -16=1

      Pembagian Bilangan Bulat dengan Nol

      Misalkan 9∶0 =x ⟺ x×0 = 9. Jelas tidak ada satu bilangan pun yang dapat digunakan sebagai pengganti x dalam perkalian bilangan bulat yang memenuhi x×0=9 sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut.

      Untuk setiap bilangan bulat a, maka hasil dari a : 0 adalah tidak terdefinisi

      Uraian di atas dapat dipahami melalui beberapa contoh soal tentang pembagian bilangan bulat dengan nol berikut ini.

      Contoh 9:
      12∶0 = tidak terdefinisi
      (-3) ∶0 = tidak terdefinisi

      Pembagian Bilangan Bulat oleh Nol

      Misalkan 0∶a=b⟺b×a=0. Adapun penyelesaian yang dapat digunakan sebagai pengganti b adalah 0 karena untuk perkalian 0×a selalu menghasilkan 0. Maka, berdasarkan hal itu dapat ditarik kesimpulan berikut ini.

      Untuk sembarang bilangan bulat a dengan a≠0 maka a∶0=0.

      Uraian di atas dapat dipahami melalui beberapa contoh soal tentang pembagian berikut ini.

      Contoh 10:
      0∶10 = 0
      0∶ (-4) = 0

      Nah demikian pembahasan mengenai Pengertian Bilangan Bulat dan Contohnya semoga bermanfaat bagi pembaca semua, jangan lupa like dan share jika bermanfaat ya.
      Macam-macam Jenis Usaha Ekonomi 

      Yang Dikelola Sendiri dan Kelompok


      Berdasarkan bentuk pengelolaannya, perjuangan perekonomian terbagi menjadi dua kelompok , diantaranya ialah kelompok perjuangan ekonomi yang di kelola secaraperseorangan atau sendiri sedang yang diberikutnya ialah perjuangan ekonomi yang dikelola secara kelompok nah menyerupai apa klarifikasi dari tiap tiap perjuangan ekonomi tersebut mari kita simak penjelasannya diberikut ini :

      1. Bentuk Usaha Ekonomi yang dikelola sendiri (perseorangan)
      Usaha ekonomi yang dikelola sendiri atau perseorangan biasanya mempunyai modal kecil atau relatif terbatas, dan diberikut ini klarifikasi jenis perjuangan ekonomi yang yang dikelola sendiri atau perorangan.

      a. Jenis Usaha pertanian
      Seorang petani biasanya ia mengelola perjuangan pertaniannya tersebut secara perseorangan dan dengan modal yang relativ kecil serta terbatas, walaupun demikian, ada juga sebagian kecil perjuangan pertanian yang dilakukan secara besar-besaran, dan modalnya di tanggulangi secara berkelompok.


      b. Jenis Industri kecil
      Industri kecil umumnya berupa industri rumah tangga, dan industri kecil biasanya dikelola secara perseorangan atau pribadi, adapun referensi jenis industri kecil ini mencakup pengusaha kerajinan (mebel meja, kursi, dan lemari), industri keramik, kerajinan anyaman, dan tembikar.

      c. Jenis Usaha perdagangan
      Jenis usah perdagangan ini biasanya dikelola secara perseorangan biasanya perdagangan dalam jumlah kecil hingga menengah, adapun beberapa contohnya perjuangan membuka toko kecil menyerupai toko kelontong milik ibu Udin.

      Beberapa referensi lain contohnya membuka warung nasi atau kelontong, penjaja bahan-makanan keliling, pedagang kaki lima, pedagang di lapak-lapak di pasar, dan pedagang hasil pertanian atau perkebunan .

      d. Jenis Usaha jasa
      Jenis perjuangan jasa sangat banyak yang dikelola secara perorangan, beberapa referensi perjuangan jasa yang dikelola perorangan antara lain perjuangan salon, bengkel, foto kopi, tukang cukur, dan tukang pijat dan lain sebagainya.

      2. Jenis Usaha Ekonomi Yang Dikelola Kelompok

      Jenis perjuangan ekonomi yang pengelolaannya dilakukan secara berkelompok sama artinya dengan perjuangan yang dijalankan secara bersama-sama, baik itu secara modal, pengelolaan usaha, maupun pengelolaan bagi hasil, adapun beberapa referensi jenis perjuangan tersebut ialah firma, CV, PT, BUMN, Perusahaan Daerah, dan Koperasi.


      a. Firma

      Firma ialah sebuah perusahaan yang didirikan paling sedikit dua orang, dan biasanya pendiri firma ialah orang-orang yang sudah saling kenal atau biasa saja kerabat dekat, dan setiap anggota firma mempunyai hak yang sama untuk bertindak atas nama firma, namun terdapat kalau timbul risiko atas tindakan dari salah seorang anggota firma, maka apapun bentuk kerugian yang timbul akan ditanggung bersama.

      b. CV (Commanditaire Vennotschaap/Persekutuan Komanditer)

      CV ialah perusahaan yang biasanya didirikan oleh satu orang pengusaha dan sanggup juga ludang keringh, untuk modal CV bersumber dari pengusaha itu dan sebagian lagi sanggup di dapatkan dari beberapa penanam modal atau saham, dan pengusaha yang menjadi pimpinan perusahaan harus bertanggung balasan atas kelangsungan hidup perusahaan serta para penanam saham atau modal yang mempercayakan hartanya untuk dikelola pada CV tersebut, perusahaan yang jenis CV ini sanggup dikembangkan dari firma terludang keringh lampau, hal tersebut kalau firma dirasa sudah menjadi besar dan butuh asupan modal yang ludang keringh besar guna untuk kelangsungannya, maka firma sanggup di lanjutkan ke CV .

      c. PT (Perseroan Terbatas)

      PT atau Perseroan Terbatas ialah sebuah perusahaan yang sumber modalnya biasanya sanggup diperoleh dari penjualan saham, saham ialah berupa surat berharga sebagai tanda partisipasi atau keikutsertaanya dalam menanamkan modal dalam perusahaan tersebut.


      d. BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

      BUMN atau pun Perusahaan Negara merupakan sebuah perusahaan yang seluruh modalnya ialah milik Negara, terdapat tiga bentuk perusahaan negara jenis BUMN ini,diantaranya yaitu Perusahaan Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum), dan Perusahaan Perseroan (Persero).

      e. Perusahaan Daerah

      Perusahaan tempat merupakan sebuah perusahaan yang sumber modalnya milik Pemerintah Daerah, adapun tujuan didirikannya perusahaan tempat ini antara lain sebagai upaya pembangunan ekonomi di tempat tersebut, serta turut menyukseskan pembangunan ekonomi secara nasional, selain daripada itu, perusahaan tempat juga mempunyai misi dan tujuan untuk memenuhi kebutuhan rakyat di tempat tersebut dan serta bisa membuat lapangan kerja dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur.

      f. Jenis Usaha Koperasi

      Koperasi ialah sebuah perjuangan bersama dalam bidang ekonomi, asas kolaborasi dalam perjuangan koperasi ialah menurut prinsip saling kegotongroyongan atau saling membutuhkan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi anggota koperasi tersebut.

      Di Negara Indonesia terdapat lima bentuk koperasi, diantaranya ialah Koperasi Konsumsi, Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Produksi, Koperasi Jasa, dan terakhir ialah Koperasi Serba Usaha.

      Pakaian Adat Maluku Cele atau Kain Salele 


      Indonesia ialah salah satu Negara yang sangat kaya akan kebudayaan nya, bukan Dunia jua tahu jikalau Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku bangsa yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, dan kekayaan kebudayaan yang di miliki Indonesia mencakup kesenian daerah, rumah adat, tari tradisional dan Pakaian watak tradisional, yang mana salah satunya yang berasal dari Provinsi Maluku yang akan admin bahas pada posting kali ini.

      Pakaian watak Provinsi Maluku ialah pakaian watak yang menerima imbas dari kebudayaan Eropa, walaupun demikian nilai-nilai khas ini tetap bernilai budaya tinggi dan juga ialah ciri khas yang dimiliki oleh provinsi Maluku.

      Dan pakaian watak tersebut menjadi salah satu pakaian pujian bagi provinsi Maluku khususnya dan Indonesia umumnya. Pakaian watak Maluku ini masih sering di gunakan pada acara-acara watak Maluku mirip upacara Pengukuhan Raja, upacara ijab kabul serta kegiatan-kegiatan keagamaan di Gereja.

      Secara umum Provinsi Maluku mempunyai bermacam-macam pakaian watak sangat banyak, namun pada artikel kali ini admin akan coba mengulas beberapa pakaian khas Maluku yang secara umum sangat dikenal oleh kalangan masyarakat yangkhususnya bermukim di wilayah Maluku, dan pakaian tersebut ialah Baju Cele atau Kain Salele.

      a. Pakaian Tradisional Cele atau Kain Salele untuk Wanita Maluku

      Adapun ciri khas yang dimiliki pakaian cele atau Kain Salele ini ialah terlihat dari motifnya, motif bergaris-garis berbentuk kotak-kotak berukuran kecil, kain ini mempunyai materi yang tidak mengecewakan tebal, kendati demikian pakaian dengan materi tersebut tetap menjadi pilihan untuk dikenakan sehari-hari.

      Sebagai kombinasi lain pada pakaian cele yang biasa di kenakan oleh kaum perempuan ini ialah berupa kain sarung dengan kombinasi warna yang hampir mirip pakaian bab atasan.

      b. Pakaian Tradisional Baju Cele untuk Pria Maluku

      Sedangkan yang dikenakan oleh kaum laki-laki ialah Baju Cele yang desainnya di buat mirip Jas berwarna hitam, dan mirip jas pada umumnya, dimana dibagian dalaman pakaian jas ini menggunakan baju kemeja.

      Dan untuk bab bawahannya berupa celana panjang berwarna hitam, dan desainnya mirip celana panjang formal pada umumnya, dan baju cele tidak khusus menggunakan warna hitam saja, tetapi ada beberapa warna yang biasa dipakai, diantaranya berwarna merah cerah bermotif keemasan, selain itu baju cele yang digunakan oleh kaum laki-laki ini dilengkapi dengan ikat pinggang pending yang terbuat dari materi perak.

      Dan untuk bab bawahannya baik itu kaum laki-laki maupun perempuan ialah menggunakan sepatu Vantovel berwarna hitam.

      c. Aksesoris Pakaian Tradisional Baju Cele untuk Pria Wanita

      Bagi kaum perempuan biasanya memaki aksesoris yang lebih lengkap, diantaranya ialah menggunakan tusuk konde dibagian rambut, dimana tusuk konde yang di kenakan ini serupa dengan yang ada di jawa.

      Warna Tusuk konde berwarna emas atau perak atau Haspel, yang juga di padu dengan aksesoris lain yang berjulukan Kak kuping berbentuk mirip bunga yang berjumlah 4 buah, selain itu sisir konde juga turut disematkan di bab tengah konde, dan yang berikutnya ialah bunga ron yang dipasang melingkar di bab konde.

      Keunikan lainnya yang dimiliki oleh pakaian watak Maluku ini ialah kain lenso, kain lenso yang biasanya terdapat pada pakaian watak perempuan ini adalah berupa saputangan yang biasanya diletakkan di bab bahu dan pemasangannya menggunakan peniti, kain lenso ialah kebudayaan yang didapat dari kebudayaan bangsa belanda.
      Profil Dan Makna Lambang Provinsi Nangroe Aceh Darussalam

      Indonesia ketika ini terdiri dari dari 34 provinsi yang tersebar dari sabang hingga meraoke, dan di setiap kawasan mempunyai Profil serta lambang kawasan masing masing, dan pada posting kali ini admin akan coba menulisnya pada artikel blog ini, agar sanggup bermanfaat bagi para pengunjung dimanapun berada.

      Baiklah eksklusif saja kita simak penjelasannya di setiap bab yang admin susun berikut ini:

      Provinsi Nangroe Aceh Darussalam

      Provinsi Nangroe Aceh Darussalam ialah provinsi yang bangun semenjak tahun 17 Desember 1959, dan dasar aturan yang meresmikan kawasan ini ialah UU.24/56.

      Nangroe Aceh Darussalam ialah provinsi yang terletak di Ujung barat pulau Sumatra, wilyah Nangroe Aceh Darussalam mempunyai luas 57.3655,56 km2dan jumlah penduduk yang bermukim di wilayah tersebut ialah sebanyak kurang lebih 3.793.625 jiwa, posisi geografis Nangroe Aceh Darussalam terletak pada posisi 20-60 LU dan 950-980 dan ibukota Provinsi Nangroe Aceh Darussalam ialah Banda Aeh

      Lambang Provinsi Nangroe Aceh Darussalam


      Makna Lambang :

      Lambang Provinsi Nangroe Aceh Darussalam disebut dengan istilah panca cita yang artinya lima cita-cita, adapun yang menjadi harapan mulia dari provinsi ini ialah keadilan, kepahlawanan, kemakmuran kerukunan serta kesejahteraan.

      Lambang Provinsi Aceh mempunyai ciri-ciri berbentuk perisai persegi lima, dan dilam perisai tersebut terdapat dacin atau neraca timbang (yang melambangkan keadilan), senjata tradisional rencong(melambangkan kepahlawanan), lada(melambangkan kemakmuran), kubah masjid(melambangkan kerukunan), cerobong pabrik(melambangkan kemakmuran), padi(melambangkan kemakmuran), kapas(melambangkan kemakmuran), kitab dan kalam (melambangkan kesejahteraan).

      Provinsi Nangro Aceh Darussalam terdiri dari 15 kabupaten serta beberapa kecamatan,desa dan kelurahan.

      Keragaman Budaya dan Sumberdaya di Provinsi Nangro Aceh Darussalam :

      * Suku Bangsa : Suku Aceh ialah suku yang mendominasi wilayah ini, selain

      suku tersebut terdapat pula suku-suku yang lain diantarnya ialah suku Aneuk Jamee, Alas,Naeuk Laot, Taming, Sinabang dan Semeulu.

      * Rumah Adat : Rumoh Aceh, rumah Krong Bade

      * Senjata Tradisional : Rencong

      * Tarian Adat : Tari Seudati, Tari Saman Meusekat

      * Lagu Daerah : Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit.

      * Pakaian Adat : Pakaian Adat Linto Baro/Elee Balang.

      * Alat Musik : Serune Kalee

      * Agama : Mayoritas beragama Islam

      * Hasil Pertanian : Kelapa, Kopi, Karet , Kelapa Sawit, Pinang Kacang Tanah,

      Kacang Mede, Kemiri dan Lain-Lain.

      * Hasil Tambang : Emas, Perak, Batu Bara, Gas Bumi dan Minyak Bumi

      * Hasil Industri : Nilam (bahan kosmetik atau parfum), Kelapa Sawit, Minyak-

      Pala, Industri Minyak Kelapa, Kakau (coklat),Kayu, Karet, dan kertas.
      Alat Musik Tradisional Provinsi Kepulauan Riau
      Gambus, Marwas, Biola, Rebab, Nafari dan Gambang

      Provinsi Kepulauan Riau ialah sebuah provinsi yang Hari jadi nya pada, 24 September 2002. Dasar hukum, UUNo.25 Tahun 2002/Ibu kota Tanjungpinang, dan alat musik yang di miliki oleh Provinsi Kepulauan Riau ini juga tidak jauh tidak sama dengan yang dimiliki oleh Provinsi Riau yang ialah Provinsi Iduk.

      Nah pada artikel kali ini saya akan jelaskan beberapa alat musik khas Provinsi Kepulauan Riau di bawah ini :





      1. Gambus
      Gambus yaitu alat musik jenis petik yang berasal dari Kepulauan Riau, adapun Fungsi dari alat musik tersebut yaitu sebagai pengiring lagu dan tarian Zapin, dan juga sering di gunakan sebagai alat musik pengiring program syukuran atau selamatan.

      Lagu-lagu yang biasanya diiringi dengan alat musik gambus ini yaitu lagu-lagu islam. Agar suasana terasa lebih semarak, maka ketika mengiringi lagu alat musik gambus selalu di padu dengan alat musik lainnya, diantaranya yaitu marwas marwas juga sering di gunakan untuk mengiringi lalu-lagu yang berasal dari Negara Timur Tengah.

      2. Marwas

      Marwas yaitu alat musik yang dimainkan dengan cara di tepuk, alat musik ini menyerupai dengan gendang namun berukuran lebih pendek, dan alat musik marwas di setiap sisinya terdapat dua membran yang terbuat dari kulit hewan, menyerupai kulit kambing, dan kulit tersebut diikikat memakai rotan yang saling berkaitan dengan membran yang ada di sebelah nya.

      Marwas ini ketika dipakai sebagai pengiring lagu atau tari zapin, memainkannya selalu di padu dengan alat musik gambus.

      3. Biola

      Biola ialah alat musik yang di mainkan dengan cara di gesek dawainya, nada yang paling rendah pada alat musik biola yaitu nada G.

      Alat musik biola yaitu alat musik yang mempunyai nada tinggi, dibandingkan alat musik sejenisnya seperti, viola dan cello.

      Sedangkan jenis Alat musik gesek berdawai lainnya adalah bas.

      Bas ialah alat musik family dari viola.

      Kunci-kunci musik biola kebanyakan memakai kunci G, biola sering di sebut juga dengan nama fiddle, sebutan biola dengannama fiddle ini kalau ketika dipakai sebagai pengiring lagu-lagu tempat melayu






      4. Rebab

      Rebab ialah alat musik penghibur diri, alat musik tersebut biasanya dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu yang dinyanyikan oleh pemain alat musik rebab itu sendiri.

      Alat musik rebab juga sering dipakai untuk mengiringi lagu-lagu sedih atau meratok (meratap), alat musik rebab sangat penting untuk mengawali pertunjukan Mak Yong .

      5. Nafari

      Nafari yaitu sebuah alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup, dan alat musik Nafari ini bentuknya menyerupai dengan trompet.

      Adapun fungsi dari alat musik ini yaitu sebagai alat musik pengiring kesenian tari tradisional, pengiring kesenian Mak Yong dan kesenian lainnya, pada jaman dahulu alat musik Nafari difungsikan sebagai alat musik yang dimainkan ketika penobatan, fungsi lainnya yaitu sebagai tanda terjadinya tragedi alam menyerupai kematian, peperangan, tragedi dan lain sebagainya.

      Alat musik Nafari dari Kepulauan Riau ini terbuat dari materi kayu, dengan panjang kurang lebih 40 cm, dan antara batang dengan lubang tiup terdapat sebuah sekat atau pembatas yang terbuat dari tempurung kelapa.

      Dan terdapat semacam pita yang terbelah dua, dimana pita tersebut berfungsi sebagai vibrator bunyi atau pita bunyi yang menghasilkan bunyi, pita bunyi terbuat terbuat dari daun kelapa muda atau ruas bambu yang sudah dikeringkan.

      Di potongan ujung tempat keluarnya udara pada alat musik Napiri terdapat penampung bunyi dengan bentuk bujur telur serta berongga, rongga tersebut bertujuan supaya bunyi yang terdengar lebih besar, dan bunyi yang keluar dari alat musik ini terdengar meronta-ronta penuh kesedihan yang menggebu-gebu.

      6. Gambang Camar

      Gambang Camar yaitu alat musik pukul berjedis xilophone yang berada di kepulauan Riau, alat musik tersebut terbuat dari materi dasar kayu atau papan, dan sebagai resonasinya yaitu papan yang di bentuk persegi panjang, kemudian pada potongan tengahnya diberi 6 bilah kayu menyerupai papan kecil dengan banyak sekali ukuran, adapun fungsi dari papan kecil tersebut yaitu sebagai penghasil suara, sepintas kemudian alat musik ini menyerupai dengan Gambang Jawa, khusus saja gamelan jawa terbuat dari materi logam atau kuningan.
      28 hingga 32 Tahun, Usia yang Paling Pas untuk Menikah


      Kapan sih usia yang pas buat menikah? Sebuah penelitian telah menemukan jawabannya. Katanya nih, orang-orang sebaiknya menikah antara usia 28 hingga 32 tahun. Itu kalau mereka tidak mau bercerai, setidaknya dalam lima tahun pertama.

      Penelitian ini dilakukan oleh Nick Wolfinger, seorang sosiolog dari University of Utah, dan diterbitkan oleh Institute of Family Studies. Menurut penelitian tersebut, orang yang berumah tangga antara usia 28 hingga 32 tahun paling sedikit bercerai pada tahun-tahun berikutnya. 

      Wolfinger menganalisis data dari tahun 2006 hingga 2010, dan data dari National Survey of Family Growth 2011-2013. Hasilnya, dia menemukan semacam kurva bel terbalik. 

      “Kemungkinan perceraian menurun seiring bertambahnya usia Anda dari masa remaja hingga akhir dua puluhan dan awal tiga puluhan,” tulisnya. “Setelah itu, kemungkinan tingkat perceraian naik, lagi ketika Anda masuk usia akhir tiga puluhan dan awal empat puluhan.” 

      Untuk setiap tahun setelah usia sekitar 32 tahun, kemungkinan perceraian naik sekitar 5%. Ini berarti Anda berkeluarga di usia yang tidak terlalu muda, tapi juga tidak terlalu tua.

      Tentu saja, ini termasuk perkembangan baru, mengingat sosiolog sebelumnya percaya bahwa menunggu lebih lama sebelum akhirnya berumah tangga biasanya menciptakan stabilitas yang lebih baik.

      Ada banyak alasan mengapa usia di akhir 20-an hingga awal 30-an menjadi masuk akal untuk memulai hubungan seumur hidup dengan seseorang. 

      Pada usia tersebut, kita cukup tua untuk benar-benar bisa membedakan antara merasa cocok dengan seseorang, atau memang hanya dibutakan oleh hormon saja. Di usia ini, kita juga sudah membuat pilihan hidup yang signifikan dan bisa mengambil beberapa tanggung jawab.

      Ladies, tentu saja masih ada penelitian yang lebih lanjut soal kapan sih usia yang pas buat menikah ini. Kita tunggu saja hasil-hasil penelitian berikutnya.

      Yang mau langsing bisa coba ramuan ini

      Setelah sebulan ber ULTIMATE DRINK ini...

      Berat badan turun 7kg
      Keriput halus di wajah berkurang
      Wajah jadi kencang
      Pusing-pusing bubar jalan
      Jerawat berkurang banyak
      Mood booster dan menghilangkan mood swiiiiing
      Menstruasi lancar
      Lebih fit menjalani hari
      Lebih kuat menghadapi kenyataan hidup 😂

      Serius ya.. Produknya Allah emang yang terbaik. Ampuh dari obat-obatan lain. Alhamdulillah. Ku terharu... ❤

      Resepnya dari dr.Zaidul Akbar

      -Jahe sejempol
      -Kunyit satu ruas jari (sejempolin juga gapapa)
      -Serai 1 batang
      -Jeruk Nipis 1 atau setengah (sesuai selera aja)
      -Madu (sesuai selera aja takarannya ya, kalau ga ada madu pakai gula aren atau gula merah boleh)
      -Air MATANG 1 gelas

      Cara bikinnya:
      1. iris/geprek jahe, kunyit, serai,
      2. masukan ke dalam panci yang sudah diisi air matang satu gelas. Rebus. Jangan sampai mendidih. Cukup sampai panas  menjelang mendidih.
      3. Angkat, masukin ke gelas. Boleh di saring, boleh nggak.
      4. Tambahkan perasan jeruk nipis dan madu.
      5. Minum selagi hangat.
      Boleh minum sehari sekali atau sehari dua kali 💕 ini manis seger enak. Ada yg bilang rasa sprite tapi sehat  😍
      Catatan: jahe, kunyit, serainya ga usah dimakan ya. 😂 cukup airnya saja kau minum. Itu sudah cukup Ferguso.
      Ini aman buat busui bumil. Buat busui malah jadi booster ASI. ☺

      Rutinin.. Istiqomahin.. Ini bermanfaat banyak!
      Sejak rutin minum ini, agak susah makan gorengan karena tenggorokan langsung sakit.. Yang biasanya makan pedes banget dibilang kurang pedes, sekarang jadi normal lagi. Jadi selain manfaat di atas dia punya manfaat mengembalikan kerja sistem2 di dalam tubuh kita.

      Jangan lupa jaga pola makan sehat ya.

      Selamat mencoba ya gaes.. 🌹💕

      #feelfreetoshare

      Kalo maag gimana?
      - aman. Aku juga punya maag..tapi alhamdulillah minum ini aman ga kambuh kok. Jadi lanjutkan ☺

      Kalo minum ini terus jadi oleng-pusing-doyong-berputar2 gimana?
      - tambahin sedikiit garam laut, atau himalayan salt di minuman ini. Supaya mengatsi darah rendahnya. Jangan lupa makan kurma juga ya.

      Minumnya pagi apa siang apa sore apa malem? Sebelum makan atau sesudah makan?
      - bebasss.

      Jeruk nipis ganti lemon gimana?
      - gapapaaa. Tapi produk dalam negri juga bagus banget.


      A. Pengertian Kritik dan Esai Sastra Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1997 : 531 ), disebutkan kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap sesuatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Sedangkan esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya (Depdikbud, 1997:270). H.B. Jasin mengemukakan bahwa kritik kesusastraan adalah pertimbangan baik atau buruk suatu hasil kesusastraan. Pertimbangan itu disertai dengan alasan mengenai isi dan bentuk karya sastra. Widyamartaya dan Sudiati (2004 : 117) berpendapat bahwa kritik sastra adalah pengamatan yang teliti, perbandingan yang tepat, dan pertimbangan yang adil terhadap baik-buruknya kualitas, nilai, kebenaran suatu karya sastra. Memberikan kritik dan esai dapat bermanfaat untuk memberikan panduan yang memadai kepada pembaca tentang kualitas sebuah

      karya. Di samping itu, penulis karya tersebut akan memperoleh masukan, terutama tentang kele-mahannya. Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan


      penulisan. Esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu. Sebuah esai dasar dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek; tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek; dan terakhir adalah konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek. Apa yang membedakan esai dan bukan esai? Untuk menjawab pertanyaan ini dapat dilakukan dengan merujuk pendapat-pendapat atau rumusan-rumusan yang telah ada, tetapi pendapat-pendapat atau rumusan-rumusan yang telah ada sering kali masih tidak lengkap dan kadang bertolak belakang sehingga masih mengandung kekurangan juga. Misal mengenai ukuran esai, ada yang menyatakan bebas, sedang, dan dapat dibaca sekali duduk; mengenai isi esai, ada yang menyatakan berupa analisis, penafsiran dan uraian (sastra, budaya, filsafat, ilmu); dan demikian juga mengenai gaya dan metode esai ada yang menyatakan bebas dan ada yang menya-


      takan teratur. Penjelasan mengenai esai dapat lebih “aman dan mudah dimengerti” jika ditempuh dengan cara meminjam pembagian model penalaran ala Edward de Bono. Menurut De Bono, penalaran dapat dibagi menjadi dua model. Pertama, model penalaran vertikal (memusatkan perhatian dan mengesampingkan sesuatu yang tidak relevan) dan kedua model penalaran lateral (membukakan perhatian dan menerima semua kemungkinan dan pengaruh).

      Dari pembagian model penalaran ini, esai cenderung lebih mengamalkan penalaran lateral karena esai cenderung tidak analitis dan acak, melainkan dapat melompat-lompat dan provokatif. Sebab, esai menurut makna asal katanya adalah sebuah upaya atau percobaan yang tidak harus menjawab suatu persoalan secara final, tetapi lebih ingin merangsang. Menurut Francis Bacon, esai lebih sebagai butir garam pembangkit selera ketimbang sebuah makanan yang mengenyangkan.

      1. Prinsip dalam menyusun kritik dan esai, diantaranya sebagai berikut.
      a. Pokok persoalan yang dibahas harus layak untuk diulas dan hasil ulasannya harus memberikan keterangan atau memperlihatkan sebab musabab yang berkaitan dengan suatu peristiwa yang nyata. Jadi yang terpenting bukan apa yang diulas, tetapi bagaimana cara penulis memberikan


      ulasannya.
      b. Pendekatan yang digunakan harus jelas, apakah persoalan didekati dengan pendekatan faktual atau imajinatif? Pendekatan faktual maksudnya mendekati pokok persoalan berdasarkan fakta dan datanya sebagaimana diserap pancaindra. Pendekatan imajinatif maksudnya mendekati pokok persoalan berdasarkan apa yang dibayangkan atau diangankan.c. Ulasan yang menggunakan pendekatan faktual harus didukung oleh fakta yang nyata dan objektif. Penulis tidak bleh mengubah fakta untuk mendukung pandangannya. Pernyataan yang diungkapkan harus jelas, jangan kabur, harus dapat dipercaya, tidak disangsikan atau disangkal, dan dapat dibuktikan kebenarannya.d. Pernyataan yang diungkapkan harus jelas, jangan samar-samar, harus dapat dipercaya, tidak disangsikan atau disangkal, dan dapat dibuktikan kebenarannya.


      2. Beberapa fungsi kritik sastra adalah sebagai berikut.
      a. Membina dan mengembangkan sastra. Melalui kritik sastra, kritikus berusaha menunjukkan struktutr sebuah karya sastra, memberikan penilaian, menunjukkan kekuatan dan kelemahannya, serta memberikan alternative untuk pengembangan karya sastra tersebut.

      b. Pembinaan apresiasi sastra. Para kritikus berusaha membantu para peminat karya sastra memahami sebuah karya sastra. Kritikus berusaha mengungkap daerah-daerah yang lemah yang terdapat dalam karya sastra. Analisis struktur sastra, kmentar dan interprestasi, menjelaskan unsur-unsurnya,serta menunjukan unsur-unsur yang tersirat dan tersurat, akan dapat menuingkatkan apresiasi sastra.
      c. Menunjang dan mengembangkan ilmu sastra. Kritik sastra merupakan wadah analisis karya sastra, analisis struktur cerita, gaya bahasa, dan teknik penceritaan. Hal ini merupakan sumbangan pula untuk para ahli sastra dalam mengembangkan teri sastra. Para pengarang pun dapat belajar melalui kritik sastra dalam memperluas pandangannya, sehingga ciptaannya lebih berkembang. Untuk membuat kritik dan esai terhadap karya sastra, penulis dapat menggunakan dua pendekatan yakni dengan pendekatan deduktif dan pendekatan induktif.


      B. Sejarah Esai Esai mulai dikenal pada tahun 1500-an dimana seorang filsuf Perancis, Montaigne, menulis sebuah buku yang mencantumkan beberapa anekdot dan observasinya. Buku pertamanya ini diterbitkan pada tahun 1580 yang berjudul Essais yang berarti attempts atau usaha. Montaigne menulis beberapa cerita dalam buku ini dan menyatakan bahwa bukunya diterbitkan berdasarkan pendapat pribadinya. Esai ini, berdasarkan pengakuan Montaigne, bertujuan mengekspresikan pandangannya tentang kehidupan. Lalu bagaimana pengertian esai menurut Montaigne? Montaigne menuliskan sikap dan pandangannya mengenai esai melalui deskripsi-deskripsinya yang tersirat, sahaja, rendah hati tetapi jernih dalam sebuah kata pengantar bukunya: “Pembaca, ini sebuah buku yang jujur. Anda diperingatkan semenjak awal bahwa dalam buku ini telah saya tetapkan suatu tujuan yang bersifat kekeluargaan dan pribadi. Tidak terpikir oleh saya bahwa buku ini harus bermanfaat untuk anda atau harus memuliakan diri saya. Maksud itu berada di luar kemampuan saya. Buku ini saya persembahkan kepada para kerabat dan handai taulan agar dapat mereka manfaatkan secara pribadi sehingga ketika saya tidak lagi berada di tengah-tengah mereka (suatu hal yang pasti segera mereka alami), dapatlah mereka temukan di dalamnya beberapa sifat dari kebiasaan dan rasa humor saya, dan mudah-mudahan, dengan cara itu, pengetahuan yang telah mereka peroleh tentang diri saya tetap awet dan selalu hidup” (dari “To The Reader”). Kemudian, pada tahun 1600-an, Sir Francis Bacon menjadi Esais Inggris pertama. Bukunya berjudul Essay. Bentuk, panjang, kejelasan, dan ritme kalimat dari esai ini menjadi standar bagi esais-esais sesudahnya. Ada beberapa esai yang formal, dan ada beberapa esai lain yang bersifat informal. Bentuk esai informal lebih mudah ditulis karena lebih bersifat personal, jenaka, dengan bentuk yang bergaya, struktur yang tidak terlalu formal, dan bertutur. Bentuk esai formal lebih sering dipergunakan oleh para pelajar, mahasiswa dan peneliti untuk mengerjakan tugasnya. Formal esai dibedakan dari tujuannya yang lebih serius, berbobot, logis dan lebih


      panjang. Di Indonesia bentuk esai dipopulerkan oleh HB Jassin melalui tinjauan-tinjauannya mengenai karya-karya sastra Indonesia yang kemudian dibukukan (sebanyak empat jilid) dengan judul Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei (1985), tapi Jassin tidak bias mene-


      rangjelaskan rumusan esai.



      C. Tipe-tipe Esai
      Ada enam tipe esai, yaitu:
      1. Esai deskriptif. Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bias mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
      2. Esai tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
      3. Esai cukilan watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.


      4. Esai pribadi, hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka


      tabir tentang dirinya sendiri.
      5. Esai reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.
      6. Esai kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.


      D. Ciri-ciri Esai
      1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
      2. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
      3. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
      4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para


      pembaca.
      5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
      6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.


      E. Panduan Dasar Menulis Esai
      Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus. Berikut ini panduan dasar dalam menulis sebuah esai.


      Struktur Sebuah Esai. Pada dasarnya, sebuah esai terbagi minimum dalam lima paragraf:
      1. Paragraf Pertama. Dalam paragraf ini penulis memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut esainya. Esai ini harus dikemukakan dalam kalimat yang singkat dan jelas, sedapat mungkin pada kalimat pertama. Selanjutnya pembaca diperkenalkan pada tiga paragraph berikutnya yang mengembangkan esai tersebut dalam beberapa sub topik.
      2. Paragraf Kedua sampai kelima.Ketiga paragraf ini disebut tubuh dari sebuah esai yang memiliki struktur yang sama. Kalimat pendukung esai dan argumen-argumennya dituliskan sebagai analisa dengan melihat relevansi dan relasinya dengan masing-masing sub topik.


      3. Paragraf Kelima (terakhir). Paragraf kelima merupakan paragraf kesimpulan. Tuliskan kembali esai dan sub topik yang telah dibahas dalam paragraf kedua sampai kelima sebagai sebuah sinesai untuk meyakinkan pembaca

      F. Langkah-langkah membuat Esai
      1. Tentukan topik Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya.
      Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia”. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda bias melanjutkan ke langkah berikutnya.
      Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh


      lebih kuat dan berkarakter.
      a. Tentukan Tujuan. Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan sesuatu tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu?


      Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.
      b. Tuliskan Minat Anda. Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala.
      c. Evaluasi Potensial Topik. Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.
      d. Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan kasus dimana topic anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan


      bentuk naskah yang anda tulis.


      2. Buatlah outline atau garis besar ide-ide anda. Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang terorganisir.
      a. Mulailah dengan menulis topic anda di bagian atas
      b. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup


      lebar diantaranya
      c. Tuliskan garis besar ide anda tentang topic yang anda maksud:
      –Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik
      –Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan secara sistematis sehingga dapat dipahami pembaca
      –Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut
      d Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama


      3. Tuliskan esai anda dalam kalimat yang singkat dan jelas. Suatu pernyataan esai mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin penting apa yang akan anda buat. Pernyataan esai anda terdiri dari dua bagian:
      –Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
      –Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.


      4. Tuliskan tubuh esai anda: Mulailah dengan poin-poin penting kemudian buatlah beberapa sub topik dan kembangkan sub topic yang telah anda buat.
      Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh esai anda. Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:
      a. Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”.
      b. Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.
      c. Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi.
      d. Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf. Setelah menuliskan tubuh esai, anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan


      kesimpulan.


      5. Buatlah paragraph pertama (pendahuluan)
      a. Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.
      –Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca anda, namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda buat.
      –Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati.
      –Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin anda.
      b. Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan esai anda.
      c. Tutup paragraph anda dengan pernyataan esai anda.



      6. Tuliskan kesimpulan
      Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh esai di atas) yang menggambarkan pendapat dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk menutup esai anda.


      7. Berikan sentuhan terakhir
      a. Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan pada urutan yang anda buat.
      b. Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan


      sebagainya
      c. Teliti tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang lemah. Baca dan baca kembali naskah anda.
      d. Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?
      e. Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan beberapa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat


      yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya.


      f. Teliti kembali penulisan dan tata bahasa anda

      G. Kesimpulan


      Perbedaan antara esai dan kritik adalah esai bersifat subjektif sedangkan kritik bersifat objektif. Dan persamaannya adalah sama-sama membahas suatu masalah berdasarkan pertimbangan yang baik dan buruk.
      1 .Pengertian Laporan
      Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan. Pada dasarnya,fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan. Kemudian, laporan itu diberitahukan oleh si pelapor.
      Dalam pembuatan suatu laporan formal bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik, jelas dan teratur. Bahasa yang baik tidak berarti bahwa laporan itu mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan, melainkan dari segi sintaksis bahasanya teratur, jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain dan antara satu kalimat dengan kalimat lain. Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua harus dihindari, kecuali penggunaan kata “kami” bila yang menyampaikan laporan adalah suatu badan atau suatu tugas.


      2.Manfaat Pembuatan Laporan
      Laporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk :
      a. Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan.
      b. Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.
      c. Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan.
      d. Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain.


      3.Dasar–dasar Pembuatan Laporan
      1. Fungsi Informatif, Laporan bisa digunakan sebagai sumber informasi bagi pembacanya
      2. Fungsi Pertanggung jawaban, Laporan merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban penulis terhadap pembaca laporan / atasannya, atau tugas yang harus dan telah dilaksanakannya.
      3. Fungsi Pengawasan, Dengan membaca laporan, seorang atasan bisa mengawasi bawahan serta tugas yang dilakukan bawahan tanpa harus melihat langsung.
      4. Fungsi Pengambilan Keputusan, Laporan dari bawahan dapat digunakan oleh atasan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Juga berlaku untuk laporan koordinatif. Seorang Kepala Bagian atau Manajer dapat menggunakan laporan Manajer lain untuk membuat keputusan dibagiannya sendiri.


      4.Macam – Macam Laporan.
      Laporan ada dua macam, yaitu Laporan Hasil Penelitian Ilmiah dan Laporan Teknis.

      1.Laporan Ilmiah.
      Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993).
      Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.



      1.1. Masalah yang dibahas dalam tulisan ilmiah dapat berupa:
      a. Hasil penelitian.
      b. Hasil pengamatan.
      c. Pengalaman nyata.
      d. Hasil pemikiran.
      1.2. Jenis Laporan Ilmiah.
      a. Laporan Lengkap (Monograf).
      Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh. Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan. Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis. Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami, di samping keberhasilan yang dicapai. Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya: judul bab, subbab dan seterusnya, haruslah padat dan jelas).
      b. Artikel Ilmiah.
      Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap. Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif. Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.
      c. Laporan Ringkas (Summary Report).
      Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat
      umum).
      1.3. Sistematika Laporan Ilmiah
      a.Judul.
      b.Daftar Isi.
      c.Prakata.
      d.Pendahuluan.
      e.Teks Pokok dalam Tubuh Karangan.
      f.Pengutipan.
      g.Referensi.
      h.Catatan Kaki.
      i.Tabel, Grafik, Bagan dan Gambar.
      j.Bibliografi.
      k.Lampiran.
      l. Indeks.
      2. Laporan Teknis.
      Laporan tentang hal teknis penyelenggaraan kegiatan suatu badan atau instansi.Laporan teknis mengandung data obyektif tentang sesuatu.data obyektif dalam laporan teknis itu juga mengandung sifat ilmiah,tetapi segi kepraktisannya lebih menonjol.sehingga yang dimaksud dengan laporan teknis adalah suatu pemberitahuan tentang tanggung jawab yang dipercayakan,dari si pelapor (perseorangan,tim,badan,atau instansi) kepada si penerima laporan tentang teknis penyelenggaraan suatu kegiatan (E.Zaenal Arifin,1993).Dan menurut Muljanto Sumardi (1982) Dalam laporan teknik manusia menggunakan bahasa tulis untuk mengkomunikasikan gagasan, paham serta hasil pemikiran dan penelitian.
      2.1. Tujuan Laporan Teknis.
      Budaya lapor melapor merupakan sesuatu yang dianggap penting oleh berbagai kalangan, baik pemerintahan maupun swasta. Tujuannya adalah agar pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada si petugas dapat segera diketahui oleh pihak yang menugasinya.
      2.2. Manfaat Penyusunan Laporan Teknis.
      a. Memberikan Keterangan.
      Bermaksud memberikan keterangan kepada atasan atau pihak yang harus mengetahui suatu kegiatan.Jenisnya ada dua macam: Jenis pertama laporan memberi keterangan yang menyangkut perkembangan atau kegiatan rutin dari satu waktu ke waktu yang lain, laporan jenis ini sering disebut laporan berkala. Ada laporan berkala harian, mingguan, bulanan dan tahunan. 


      Jenis pertama laporan memberi keterangan menyangkut perkembangan khusus dapat ber-


      upa penyampaian hasil percobaan, pemeriksaan, atau hal-hal yang berhubungan dengan jalannya suatu kegiatan. Jenis kedua adalah laporan khusus yang bersifat insidental. Laporankhusus dapat berupa penyampaian hasil percobaan, pemeriksaan, atau hal-hal yang berhubungan dengan jalannya suatu kegiatan.
      b. Memulai Suatu Kegiatan.
      Dalam laporan jenis ini dicantumkan uraian tetang segala sesuatu yang berkenaan dengan tugas yang akan dilaksanakan. Penyajiannya harus tegas, terarah dan jelas.
      c. Mengkoordinasi Suatu Kegiatan.
      Laporan jenis ini berisi masalah pengaturan atau penempatan sesuatu pada tempatnya, 


      susunannya atau keadaannya secara wajar. Segala sessuatu yang dikoordinasi dikemukakan secara jelas dan padat. Hanya pokok yang berhubungan dengan hal yang dikoordinasilah yang dimasukan dalam laporan.
      d. Merekam Pelaksanaan Kegiatan.
      Laporan jenis ini dapat dibedakan atas laporan kemajuan dan laporan akhir. Laporan kemajuan disusun menurut jangka waktu tertentu.ada kalanya laporan kemajuan disusun tidak berdasarkan jangka waktu tertentu, tetapi berdasarkan persentase pencapaian.
      Laporan akhir merupakan rangkuman keseluruhan pekerjaan hingga selesai.
      2.3. Kesempurnaan Laporan Teknis
      a. Ringkas.
      Dalam laporan yang ditulis hanya mengemukakan hal-hal pokok secara ringkas yang berhubungan dengan tugasnya sehingga penerima laporan segera mengetahui permasalahannya.
      b. Lengkap.
      Laporan dapat semakin sempurna jika dilengkapi dengan bibliografi atau sumber kepustakaan.
      c. Logis.
      Laporan dianggap logis jika keterangan yang dikemukakannya dapat ditelusuri alasan-alasannya yang masuk akal.
      d. Sistematis.
      Laporan dianggap sistematik jika keterangan yamg tulisannya disusun dalam satuan-satuan yang berurutan dan saling berhubungan.



      e. Lugas.
      Laporan disebut lugas apabila keterangan yang diuraikannya disajikan dalam bahasa yang
      langsung menunjukan persoalan.
      2.4. Sistematika LaporanTeknis.
      a. Bagian Awal.
      Kulit luar laporan teknis.
      Halaman judul laporan teknis.
      Kata pengantar/Prakata.
      Daftar isi.
      Daftar tabel.
      Daftar gambar, grafik, diagram (jika ada).
      b. Batang Tubuh.
      Pendahuluan.
      Pembahasan/uraian.
      Simpulan/penutup.
      c. Bagian Akhir.
      Daftar pustaka.
      Lampiran.
      5.Sistematika Laporan
      Hendaknya laporan lengkap, dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa ( what ), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana ( how ).
      Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami.
      Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut:
      1. Pendahuluan
      Pada pendahuluan disebutkan tentang:
      a. Latar belakang kegiatan.
      b. Dasar hokum kegiatan.
      c. Apa maksud dan tujuan kegiatan.
      d. Ruang lingkup isi laporan.
      2. Isi Laporan
      Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain:
      a. Jenis kegiatan.
      b. Tempat dan waktu kegiatan.
      c. Petugas kegiatan.
      d. Persiapan dan rencana kegiatan.
      e. Peserta kegiatan.
      f. Pelaksanaan kegiatan (menurut bidangnya, urutan waktu pelaksanaan, urutan fakta / datanya).
      g. Kesulitan dan hambatan.
      h. Hasil kegiatan.
      i. Kesimpulan dan saran.
      3. Penutup
      Pada kegiatan ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat.
      Hal-hal yang perlu diperhatikan
      Laporan diusahakan agar:
      a. Singkat dan padat.
      b. Runtut atau sistimatis.
      c. Mudah dipahami isinya.
      d. Isinya lengkap.
      e. Menarik penyajiannya.
      f. Berpegangan pada fakta, data dan persoalannya.
      g. Tepat pada waktunya.



      Lain-lain.
      a. Dalam laporan dapat dilampirkan : photo-photo kegiatan, tanda bukti, surat-surat keterangan dan sebagainya
      b. Untuk mempermudah penyusunan laporan sebaiknya tetap mengacu pada proposal yang pernah diajukan.
      c. Memberikan Laporan kegiatan dengan tembusan kepada satuan/ lembaga yang terkait. ( Mabi, Kwartir, Sponsor)
      C. Perbedaan Sistematika Laporan.



      1.Kerangka Karangan Ilmiah.
      PRAKATA
      DAFTAR ISI
      DAFTAR TABEL
      DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN
      SINOPSIS



      BAB I PENDAHULUAN
      1.1 Latar Belakang
      1.2 Tujuan
      1.3 Kerangka Teori
      1.4 Ruang Lingkup
      1.5 Sumber Data
      1.6 Metode dan Teknik



      BAB II ANALISIS/PEMBAHASAN
      2.1 ….
      2.2 ….
      2.3 .…
      2.4 ….



      BAB III SIMPULAN DAN SARAN
      Simpulan
      Saran
      DAFTAR PUSTAKA
      LAMPIRAN
      INDEKS
      2.Kerangka Laporan Teknis.
      PRAKATA
      DAFTAR ISI



      BAB I PENDAHULUAN
      1.1 Latar Belakang
      1.2 Tujuan
      1.3 Hasil yang diharapkan
      1.4 Pelaksana
      1.5 Penahapan dan Jadwal



      BAB II KAJIAN PUSTAKA
      2.1 ….
      2.2 ….
      2.3 .…
      2.3.1 ….
      2.3.2 ....
      2.4 .…



      BAB III URAIAN KEGIATAN
      3.1 .…
      3.2 .…
      3.3 .…
      3.3.1 .…
      3.3.2 .…
      3.4 .…



      BAB IV SIMPULAN DAN SARAN
      4.1 Simpulan
      4.2 Saran
      DAFTAR PUSTAKA
      LAMPIRAN













      CONTOH LAPORAN KEGIATAN OSIS:


      LAPORAN KEGIATAN


      LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN (LDK)


      OSIS SMA NEGERI 5 KUPANG


      TAHUN PELAJARAN 2013/2014







      A. DASAR PEMIKIRAN


      Osis sebagai organisasi formal di sekolah merupakan wadah yang menampung reativitas dan aktivitas siswa. Berdasar pada fungsi yang dimiliki oleh OSIS itulah, maka perlu adanya sebuah usaha untuk mengembangkan potensi dan kreativitas para anggotanya. Salah satu peran OSIS dalam mewujudkan fungsinya itu ialah mengadakan pengkaderan.


      Pengkaderan yang dilaksanakan oleh OSIS SMAN 5 KUPANG dilaksanakan dalam bentuk Latihan Dasar Kepemimpinan. Melalui kegiatan ini diharapkan calon Pengurus OSIS yang akan datang memiliki dedikasi dan integritas yang tinggi terhadap organisasi yang didiaminya. Untuk mewujudkan hal ini di atas OSIS SMAN 5 KUPANG memandang perlu mengadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa






      B. NAMA KEGIATAN 


      Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMAN 5 Kupang






      C. TUJUAN KEGIATAN 


      Tujuan yang hendak dicapai setelah mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan adalah siswa diharapkan:


      1. Mengerti dan memahami arti pentingnya suatu organisasi


      2. Menumbuhkan sikap tanggung jawab an disiplin diri terhadap organisasi


      3. Memperoleh bekal keterampilan dan pengetahuan dasar – dasar berorganisasi


      4. Menanamkan sikap mandiri, tanggung jawab dan rasa memiliki yang kuat sebagai calon pemimpin dan anggota masyarakat


      5. Mampu menerapkan suatu konsep keeffektifan dan keberhasilan suatu organisasi






      D. MANFAAT YANG AKAN DIPEROLEH


      Dari kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) akan diperoleh manfaat yang dapat dirasakan oleh calon pemimpin berupa penambahan wawasan, pengalaman pengembangan, minat dan bakat.






      F. WAKTU PELAKSANAAN DAN TEMPAT KEGIATAN


      1. Waktu Kegiatan : Tanggal 10 Oktober s.d 14 Oktober 2013


      2. Tempat Kegiatan: Aula SMAN 5 Kupang






























      G. BENTUK KEGIATAN


      Dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dilaksanakan bentuk-bentuk kegiatan sebagai berikut :


      a. Penyampaian Materi tentang :


      - Keorganisasian


      - AD / ART OSIS


      - Wawasan Wiyata Mandala


      - Komunikasi


      - Kepemimpinan


      - Teknik Berdiskusi


      - NHA


      - Dinamika Kelompok





      b. Evaluasi


      c. Demonstrasi


      d. Simulasi



      H. PESERTA


      Peserta kegiatan ini adalah siswa-siswi SMAN 5 KUPANG dengan jumlah peserta seluruhnya berjumlah 80 orang.



      I. PANITIA PELAKSANA


      Pelaksana kegiatan ini adalah pengurus OSIS SMAN 5 Kupang periode 2012-2013.



      J. SUMBER DANA


      Sumber dana kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) ini berasal dari
      DARI BOS: RP. 1.510.000,- 



      K. RINCIAN BIAYA


      Biaya yang diperoleh dari sumber – sumber di atas dialokasikan untuk keperluan pengeluaran sebagai berikut :


      a. Konsumsi : Rp. 1.200.000,-


      b. Peralatan : Rp. 100.000,-


      c. Dokumentasi : Rp. 80.000,-


      d. P3K : Rp. 50.000,-


      e. Biaya tak terduga : Rp. 80.000,-


      JUMLAH : Rp. 1.510.000,-






      L. PENUTUP DAN PENGESAHAN


      Demikian proposal ini dibuat untuk dijadikan pedoman pelaksanan kegiatan. Hal – hal lain yang belum diatur dalam proposal ini akan dibuat kemudian

























      SUSUNAN BADAN PENGURUS OSIS


      DAN MAJELIS PERWAKILAN KELAS SMA NEGERI 5 KUPANG


      PERIODE 2013/2014






      A. PEMBINA OSIS


      1. Ketua Pembina OSIS : Drs. Sukedah Prayitno, MM


      2. Wakil KetuaPembina OSIS : Drs. J.K.Nenotek


      3. Pembina OSIS : Drs. Yoseph Metkono


      4. Anggota Pembina OSIS :


      1. Agustinus Higa Huki,S.Sos.


      2. Norlenci Radja, S.Pd.


      3. Paulus Lusi, S.Pd.


      B. MAJELIS PERWAKILAN KELAS


      1. Ketua : Anika Sari


      2. Wakil : Yuni Nurahman


      3. Sekretaris 1 : Hieronimus


      4. Sekretaris 2 : Yunita Atek


      5. Bendahara : Alvin Bunga


      C. PENGURUS OSIS


      1. Ketua : Dominikus Emar


      2. Wakil 1 : Tamar Bire Kire


      3. Wakil 2 : Maria Benu


      4. Sekretaris 1 :


      5. Sekretaris 2 :


      6. Bendahara :


      D. SEKSI-SEKSI






      SEKSI 1 : KETAQWAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA 







      KETUA 


      : Orpa Mayapu 







      WAKIL 


      : Maria Nimanuho 







      SEKRETARIS 


      : Indra Irawan 







      ANGGOTA 


      : 1. Ivoni Dethan


      2. Desi Polin


      3. Maria Kludensia


      4. Fitri 





      SEKSI 2 : KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA 







      KETUA 


      : Lorensius bere 







      WAKIL 


      : Yohana Kaha 







      SEKRETARIS 


      : Chori Sula 







      ANGGOTA 


      : 1. Nungky


      2. Galih


      3. Jeni


      4. Yulita Ubollema 





      SEKSI 3 : PENDIDIKAN DAN PENDAHULUAN BELA NEGARA 







      KETUA 


      : Andro Bunga 







      WAKIL 


      : Yohana Naisoko 







      SEKRETARIS 


      : Relfian Leutubung 







      ANGGOTA 


      : 1. Valolo


      2. Angelina Bahan


      3. Jupiter


      4. Arabia Nikmat





















      SEKSI 4 : KEPRIBADIAN DAN BUDI PEKERTI LUHUR 







      KETUA 


      : Michaelis Tue 







      WAKIL 


      : Intan Weo Mata 







      SEKRETARIS 


      : Rian Lejap 







      ANGGOTA 


      : 1. Natalia Wuda


      2. Elisabeth Poke


      3. Theresia


      4. Fatyani Amalo 





      SEKSI 5 : BERORGANISASI PENDIDIKAN DAN KEPEMIMPINAN 







      KETUA 


      : Simplisia Tena 







      WAKIL 


      : Nasrin Pawe 







      SEKRETARIS 


      : Meti 







      ANGGOTA 


      : 1. Nova Hawali


      2. Tanti


      3. Helda Balukh


      4. Lidia Ina 





      SEKSI 6 : KETRAMPILAN DAN KEWIRAUSAHAAN 







      KETUA 


      : Imelda Taulasik 







      WAKIL 


      : Ririn Resi 







      SEKRETARIS 


      : Ishak Bureni 







      ANGGOTA 


      : 1. Yoga Aplugi


      2. Terfena Wisang


      3. Yulvian


      4. Dony 





      SEKSI 7 : KESEGARAN JASMANI DAN DAYA KREASI 







      KETUA 


      : Ferdy Making 







      WAKIL 


      : Sigrit Adil 







      SEKRETARIS 


      : Yolantri Lapudo’oh 







      ANGGOTA 


      : 1. Samuel Maure


      2. Aldo Nahak


      3. Cindy Dethan


      4. Dista 





      SEKSI 8 : PERSEPSI, APERSEPSI DAN KREASI SENI 







      KETUA 


      : Vanya Muskanan 







      WAKIL 


      : Fhani Riwuhegi 







      SEKRETARIS 


      : Maria Lein 







      ANGGOTA 


      : 1. Yustinus Naihaki


      2. Chistin Wona


      3. Fransiska Polin


      4. Elisabeth Guta





























      SEKSI 9 : TEKNOLOGI, INFORMASI DAN KOMUNIKASI 







      KETUA 


      : Olivera Done 







      WAKIL 


      : Elisabeth Ongo 







      SEKRETARIS 


      : Deny Raja 







      ANGGOTA 


      : 1. Saverius Bale


      2. Maria Sasi


      3. Via Towa


      4. Yuliana Mawu 



      10 


      SEKSI 10 : KOMUNIKASI DALAM BAHASA INGGRIS 







      KETUA 


      : Yefta 







      WAKIL 


      : Adminto Peni 







      SEKRETARIS 


      : Ririn Bala 







      ANGGOTA 


      : 1. Yuliana Lengari


      2. Elva


      3. Novi


      4. Yuli Djara 







      Ditetapkan di : Kupang Pada tanggal : 28Oktober 2013 Kepala SMA Negeri 5 Kupang,